Cina Akan Bangun Pembangkit Listrik OTEC Terbesar Di Dunia
WEDHA AUGUSTA

Cina Akan Bangun Pembangkit Listrik OTEC Terbesar Di Dunia

Laut masih menyimpan potensi energi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selain arus laut, gelombang dan coal bed methane, laut masih menyisakan perbedaan suhu yang bisa digunakan untuk menghasilkan listrik.

OTEC yang merupakan akronim Ocean Thermal Energy Conversion adalah pembangkit yang mampu memanfaatkan potensi perbedaan suhu tersebut. Pembangkit ini memang belum sepopuler pembangkit listrik energi terbarukan lainnya yang memanen energi angin, surya, panas bumi, air dan sebagainya.

Kepopuleran OTEC memang sudah sewajarnya, setidaknya hingga saat ini. Biaya investasi, instalasi dan perawatan pembangkit yang lazim berada di tengah laut tersebut terbilang mahal. Tapi mungkin kepopuleran OTEC akan menyusul pembangkit listrik energi terbarukan lainnya dengan kerja sama yang dibuat antara Lockheed Martin dan Reignwood. Rencananya di tahun 2014, mereka akan membangun prototip OTEC yang sanggup menyediakan daya listrik sebesar 10 MW di Cina.

Lockheed Martin bukanlah pemain baru dalam pengembangan teknologi OTEC. Di tahun 1970an, perusahaan ini berhasil membangun OTEC pertama di dunia. Di tahun 2009, Lockheed Martin mendapatkan kontrak untuk membangun pilot plant OTEC di Hawai. Sayang proyek tersebut dibatalkan.

Kali ini Lockheed Martin bergandengan dengan Reignwood Group untuk membangun pilot plant skala 10MW di Cina. Reignwood adalah perusahaan yang berbasis di Hongkong dengan berbagai bidang bisnis. Salah satu anak perusahaannya, Opus Offshore inilah yang akan menjadi mitra Lockheed Martin.

Di tahun 2013, kedua perusahaan tersebut akan mempersiapkan konsep desain prototip yang rencananya akan ditempatkan jauh dari pantai Cina selatan. Sedangkan pembangunannya akan mulai dilaksanakan di tahun 2014. Jika berjalan sesuai rencana, maka pembangkit tersebut akan mengalirkan listrik yang dibangkitkannya ke sebuah resort besar bertema ramah lingkungan yang dibangun oleh Reignwood. Kedua perusahaan tersebut akan menggunakan pengetahuan dan pengalaman selama proyek tersebut berjalan untuk memperbaiki desain pembangkit OTEC skala komersialnya.

Kedua perusahaan tersebut mengklaim, 100 MW OTEC mampu menghasilkan energi selama setahun setara dengan 1,3 juta barel minyak dan menurunkan emisi karbon sebesar 500.000 ton. Masih menurut mereka, potensi penghematan bahan bakar bisa mencapai US$ 130 juta selama setahunnya, dengan asumsi harga minyak mentah di pasaran sebesar US$100.
 

ARTIKEL INFORMATIF LAINNYA


ikuti kami


rss feed Facebook Planethijau Twitter Planethijau