ARTIKEL
Lombok Miliki Potensi Energi Hidrokinetik
Jumat, 05 Februari 2010 - 16:48:20
Belum lama ini dalam sebuah seminar di Jakarta yang diselenggarakan oleh beberapa LSM di bidang lingkungan dan energi terbarukan, termasuk nuklir, muncul wacana tentang pemanfaatan hydrokinetic energy atau energi kinetik air.
BJ Habibie, mantan Presiden RI yang juga bekas Menteri Negara Riset dan Teknologi memaparkan sebagai pembicara kunci wacana tersebut pada acara yang diselenggarakan oleh beberapa LSM antara lain adalah Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL), Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI), Institut Energi Nuklir (IEN), dan Women in Nuclear (WIN) Indonesia.
Energi kinetik air di daerah selat memang tinggi karena massa arus laut lepas yang besar memasuki selat yang sempit sehingga menimbulkan tekanan arus yang besar. Indonesia memiliki beberapa selat yang terhubung dengan laut lepas, di antaranya Selat Sunda yang mendapat pasokan arus dari laut Cina Selatan, Selat Bali dan Lombok yang mendapat aliran arus laut Samudera Pasifik yang melalui Selat Makasar. Berdasar survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga riset, tercatat Selat Lombok mempunyai arus laut terkuat.
Melihat lokasi selat itu berada di dekat Jawa dan Bali, maka menurutnya sumber energi terbarukan ini berpotensi untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di interkoneksi Jamali (Jawa Madura Bali) pada masa depan.
Teknologi Hydrokinetic
Berbagai teknologi untuk memanfaatkan potensi energi kinetik air telah dibuat, hanya saja hingga kini masih dalam tahap riset. Ada dua teknologi utama yang digunakan untuk memanen energi kinetik air.
1. Teknologi yang menggunakan peralatan untuk memanfaatkan gelombang laut atau Wave Device. Ada beberapa perangkat yang telah dibuat berdasarkan sumber energinya, antara lain :
- Oscillating Water Column (OWC), gelombang laut masuk melalui ujung kolom yang terbenam di bagian bawah. Gerakan naik dan turun gelombang akan memberikan tekanan seperti halnya piston dalam silinder mesin dan memutar turbin.
- Point Absorber, naik turunnya gelombang laut akan mengakibatkan sebuah pelampung yang mengapung di atas atau di bawah permukaan laut juga bergerak naik dan turun. Gerakan naik dan turun pelampung tersebut juga menggerakkan pompa hidrolik untuk memutar turbin.
- Attenuator, gerakan gelombang dimanfaatkan dengan menggunakan sebuah perangkat yang mengapung dan terdiri dari beberapa bagian yang saling terhubung serta dipasang paralel dengan arah gelombang. Setiap bagian akan bergerak relatif terhadap bagian lainnya sesuai dengan panjang gelombang yang melewatinya. Gerakan seperti ular tersebut akan diubah menjadi gerakan untuk memompa hidrolik yang menggerakkan turbin.
- Overtopping Device, merupakan sebuah bendungan yang dibuat lebih tinggi dari permukaan air laut dan biasanya digunakan juga sebagai pemecah ombak. Air laut yang tertampung dengan ketinggian yang cukup, dibuang kembali ke laut melalui sebuah turbin untuk menghasilkan listrik.
2. Teknologi yang menggunakan mekanisme putaran untuk memanfaatkan arus laut. Perangkat ini terlihat mirip dengan turbin angin, menggunakan propeler dan menggunakan struktur penyangga. Sumbu putarnya juga sama dengan yang digunakan pada turbin angin, vertikal dan horisontal.
Menanggapi pemikiran Habibie, Direktur Pengembangan Sumberdaya Energi BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Unggul Priyanto yang juga Masyarakat Energi Indonesia, Jumat (5/2/2010) mengatakan, potensi energi dari laut itu telah dikaji BPPT. Hasilnya, belum layak sebagai pembangkit karena investasinya mahal. “Sampai sekarang hidrokinetik di dunia masih dalam taraf riset, belum ada yang komesial karena biaya produksi listrik yang dihasilkan per kWh masih sangat mahal, katanya.
Sementera itu pemanfaatan gelombang laut di pesisir Lombok, jelas Agus Rusyana Hoetman, Asisten Deputi bidang perkembangn Rekayasa, Kementerian Riset dan Teknologi sebenarnya sudah diteliti untuk pemanfaatannya dalam skala kecil oleh tim peneliti dari Universitas Mataram yang dipimpin oleh I Made Adi Sayogya. Energi arus laut dikonversikan menjadi energi mekanis untuk menggerakkan pompa air untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertanian dan air bersih di pesisir.
Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Lombok, Universitas Mataram juga mengembangkan sistem pembangkit listrik Mikro Hidro semi terapung tipe terowongan, untuk membantu masyarakat di pinggir sungai memperoleh listrik murah yang ramah lingkungan. Pada sungai sedalam 2 meter dan lebar 2,75 meter serta berkecepatan aliran 2,45 meter/detik dapat membangkitkan listrik dengan daya hidrokinetik sebesar 3.371 Watt.
[kompas]
- Turbin Arus Laut ''Raksasa'' Akan Mulai Berputar di Perairan Skotlandia
- PLTA Meranti Akan Dibangun di Toba Samosir
- PLN Kembangkan Potensi Energi Hidro Di Pulau Sumbawa
- Kayu Tetap Material Terbaik Untuk Bilah Rotor Turbin
- SeaDogŪ Pump, Pembangkit Listrik Energi Gelombang Laut Dengan Teknologi Sederhana dan Murah






Potensi hydrokinetic bisa jadi paling menjanjikan. Indonesia kan negar kepulauan, banyak selat dan pantai yang potensial. Garap hydrokinetic!!! — lovegreen
Potensi energi Indonesia memang berlimpah, tapi kemauan pemerintah Indonesia untuk memanfaatkannya melimpah juga atau hanya sekadar latah? — suryo
Komentar Anda?
Silakan login untuk memberi komentar