ARTIKEL
PLTN Mini Hyperion, alternatif PLTN konvensional
Jumat, 14 November 2008 - 10:22:54
Teknologi yang saat ini sedang dikembangkan secara komersial oleh Hyperion Power Generation, merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir berukuran kecil.
Menurut Hyperion Power Generation, dengan ukurannya yang kecil, proses pemasangannya relatif cepat dan bisa diangkut dengan angkutan darat dan laut ke suatu tempat yang terpencil dan jauh dari pemukiman.
PLTN mini yang sedang dikembangkan oleh Hyperion bisa menjadi alternatif PLTN yang saat ini membutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun untuk membangunnya, berukuran besar dan sangat mahal. Selain itu dengan ukuran dan kapasitas sebesar itu, PLTN konvensional tidak sesuai untuk wilayah dengan populasi yang kecil. Sebaliknya, modul-modul pembangkit Hyperion bisa digabungkan untuk menghasilkan energi yang lebih besar.
Selain beberapa hal tersebut di atas, modul pembangkit Hyperion juga tidak mempunyai komponen-komponen bergerak yang akan menyebabkan berkurangnya umur komponen tersebut. Modul pembangkit Hyperion juga tidak perlu dibuka, seandainya harus dibuka, sebagian kecil dari bahan bakarnya akan segera menjadi dingin, yang tentunya berkaitan dengan unsur keselamatan modul tersebut.
Seperti yang ditulis dalam situsnya, Hyperion menyatakan,''Modul tersebut tidak mungkin mencapai suhu superkritis, kemudian meleleh atau menyebabkan kondisi berbahaya. Alasannya, karena pembangkit listrik Hyperion akan ditanam di dalam tanah dan dilengkapi dengan sistem yang mendeteksi tingkat keamanannya secara detil''.
Menurut Hyperion dengan dikubur di dalam tanah, maka modul pembangkit listrik tidak akan terlihat dan terhindar dari pemakaian secara ilegal. Lebih jauh bahan-bahan yang digunakan di dalamnya tidak sesuai untuk kegunaan yang lebih jauh.
Hyperion memperkirakan bahwa dengan teknologi yang sedang dikembangkan saat ini, akan menghasilkan listrik tidak lebih dari 10 sen per wattnya. ''Tujuan kami adalah membangkitkan listrik seharga 10 sen per watt di seluruh dunia,'' ujar John Deal, CEO Hyperion.
Meski sebuah pembangkit berharga US$25 juta, tetapi dengan wilayah yang memiliki 10.000 rumah, maka harganya menjadi US$ 2.500 untuk setiap rumah.
Reaktor Hyperion perlu diisi ulang setiap 7 hingga 10 tahun. Setelah 5 tahun memproduksi listrik, modul tesebut hanya akan menghasilkan limbah berukuran bola softball dan bisa didaur ulang sebagai bahan bakar kembali.
Hyperion sendiri berencana untuk membangun tiga pabrik untuk memacu tercapainya target pembuatan 4.000 modul PLTN mini pada 2013 hingga 2023. Sampai saat ini Hyperion telah menerima seratusan pesanan modulnya, sebagian besar berasal dari perusahaan minyak dan listrik.
Dalam lima tahun ke depan pembangkit Hyperion akan diproduksi dalam jumlah besar.
- Jepang Akan Bangun 14 PLTN Dalam 20 Tahun Ke Depan
- GE dan Hitachi Manfaatkan Produk Daur Ulang Limbah PLTN
- Reaktor nuklir 125 MW hanya berukuran sepersepuluh reaktor nuklir konvensional
- GE Hitachi Energy dukung pembangunan PLTN India
- University of Missouri kembangkan teknologi konversi energi nuklir PLTN menjadi listrik tanpa uap






Komentar Anda?
Silakan login untuk memberi komentar