ARTIKEL

Produksi Algae Melepaskan Lebih Banyak Gas Rumah Kaca

Senin, 01 Februari 2010 - 13:15:17
Tim Planethijau Produksi Algae Melepaskan Lebih Banyak Gas Rumah Kaca

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Environmental Science and Technology, menyatakan bahwa produksi algae termasuk kegiatan yang membutuhkan banyak energi. Bahkan, masih menurut hasil penelitian tersebut, produksi algae bisa menghasilkan lebih banyak emisi gas rumah kaca dibandingkan dengan hasil yang bisa diambil dari algae tersebut.

Menurut Andres Clarens, asisten profesor teknik sipil di University of Virginia Civil, yang juga merupakan penulis utama karya ilmiah tersebut, ketidakseimbangan tersebut terjadi akibat pupuk yang digunakan harus segera dimasukkan ke dalam kolam dimana algae tersebut dibudidayakan, sedangkan produksi pupuk sendiri termasuk boros energi.

Pupuk memang masih menjadi faktor yang menghambat. Dr. Clarens juga menambahkan bahwa untuk mendapatkan algae dengan kandungan energi yang besar, maka dibutuhkan zat gizi yang didapatkan dari pupuk. Algae memang bisa dipanen dari tempat alaminya, tetapi jika skalanya adalah budi daya, maka sebuah kolam khusus harus dibangun. Konsekuensinya, untuk mencukupi kebutuhan gizi yang biasanya tersedia di habitat asli algae, maka pupuk diperlukan sebagai penggantinya.

Dibandingkan dengan tanaman biofuel lainnya seperti jagung, canola, ilalang hanya memberikan net-karbondioksida. Tetapi kelebihan algae adalah habitatnya yang di permukaan air. Algae tidak membutuhkan lahan dan kemungkinan besar tidak akan bersaing dengan tanaman pangan.

Hasil penelitian tersebut tidak hanya menjelaskan efek negatif digunakannya pupuk, tetapi di lain sisi, sebuah solusi juga ditawarkan untuk mengganti pupuk yang digunakan. Laporan tersebut menyarankan untuk menggunakan limbah rumah tangga yang juga mengandung nitrogen dan fosfor sebagai pengganti pupuk buatan.

Menurut Dr. Gerry Jardine, direktur Valcent, perusahaan yang juga mengembangkan biofuel dari algae, saat ini biofuel algae masih dalam tahap pengembangan sehingga masih terlalu awal untuk memprediksi biaya energi yang dibutuhkan untuk memproduksinya. [greeninc]

Send to a friend Print Version Komentar: —   Viewed: 239
Sponsored Link