ARTIKEL
AirPod Berjalan Dengan Mesin Berpenggerak Udara
Senin, 09 November 2009 - 09:15:30
Hampir semua kendaraan saat ini mengeluarkan karbon dioksida sebagai hasil sampingan proses pembakaran bahan bakar fosil. Tetapi masalah tersebut kini mulai mendapatkan jawaban dari beberapa industri kendaraan bermotor dengan dibuatnya mobil-mobil dan kendaraan roda dua yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaga penggeraknya. Meski masih belum banyak digunakan, kendaraan tersebut memberikan alternatif berkendara sekaligus mengurangi emisi CO2 sebagai penyumbang pemanasan global.
Masih ada kaitannya dengan mesin ramah lingkungan, Motor Development International (MDI) sebuah perusahaan yang berada di Perancis, mengembangkan sebuah kendaraan berpenumpang dua orang yang menggunakan udara sebagai penggerak mesinnya.
Bagi Guy and Cyril Nčgre, ayah dan anak, keduanya adalah CEO dan koordinator riset dan pengembangan MDI, membuat mesin berbahan bakar udara bukanlah hal baru. Sejak awal tahun 1990an keduanya telah fokus mengembangkan mesin pneumatik. Bahkan generasi terbarunya menggunakan mesin yang lebih sederhana dibandingkan mesin-mesin pendahulunya.
Teknologi MDI memang sangat menarik dan berpotensi besar untuk dikembangkan. Tata Motors, salah satu industri kendaraan bermotor India, bahkan membeli lisensi MDI untuk dikembangkan di India. Rencananya Tata Motors akan memproduksi mobil dengan teknologi MDI untuk dipasarkan di India dan kawasan Asia lainnya.
Pada awalnya MDI berencana memproduksi kendaraan berjenis sedan. Tetapi rencana tersebut berubah setelah Paris menyatakan akan membeli ribuan kendaraan berjenis city car untuk disewakan pada saat jam-jam sibuk. Berdasar hal tersebut, MDI membuat AirPod, kendaraan yang menerapkan mesin pneumatik sebagai penggeraknya, untuk berkompetisi dengan kendaraan-kendaraan listrik lainnya.
Menurut MDI, AirPod mempunyai beberapa keuntungan dibanding kendaraan listrik, antara lain waktu pengisian ulang bahan bakar yang lebih cepat dan tangki serat karbon yang bisa berumur lebih panjang dibandingkan baterai mahal yang berumur pendek. Dengan beberapa kelebihan yang dimilikinya, rencananya AirPod akan dijual dengan harga sekitar 9.000 US dolar.
Meski terlihat menjanjikan dan ramah lingkungan, tetapi masih ada beberapa kritik yang dilontarkan berkaitan dengan teknologi yang diusungnya. Salah satunya adalah IEEE Spectrum, yang menyatakan bahwa jarak tempuh yang diklaim MDI hingga mencapai 220 kilometer, kemungkinan hanya mencapai kurang dari sepertiganya, akibat adanya energi yang terbuang selama proses ekspansi udara sebelum dimasukkan ke dalam mesin.
Beberapa ahli mesin menganggap bahwa udara yang terkompresi tidak praktis digunakan sebagai sumber energi bagi kendaraan akibat sifat hukum termodinamika. Menurut mereka tangki 200 liter udara yang digunakan hanya sebanding dengan 1 liter bensin.
Denis Clodic dari Ecole des Mines de Paris dan Pascal Higelin dari University of Orléans menambahkan, konsep kendaraan hybrid antara mesin udara dan listrik sebenarnya cukup menjanjikan, tetapi jika AirPod kurang berhasil, maka dikuatirkan hal tersebut akan memberi ekses negatif bagi konsep mesin udara.
Meski demikian MDI tetap berencana memproduksi dan memasarkan AirPod yang berbobot 220 kilogram dengan udara seberat 80 kilogram dan bertekanan hingga 350 bar tersebut pada awal tahun 2010.[MDI]






Komentar Anda?
Silakan login untuk memberi komentar