ARTIKEL
Jika riset yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan dari Saint Louis University bisa mencapai tingkat kematangannya, maka manfaatkan sisa minyak goreng dan softdrink Anda untuk menyalakan perangkat elektronik yang Anda miliki.
Para ilmuwan di University of Campinas, Brazil, sedang melakukan penelitian untuk memanen energi listrik dari atmosfir. Para ilmuwan itu beranggapan bahwa apa yang pernah diimpikan oleh Nikola Tesla pada abad 19 bisa menjadi kenyataan.
Sebuah riset menemukan bahwa baterai lithium ion bisa menjadi lebih murah dengan menggunakan lilin parafin dan sabun untuk membuat elektrodanya.
Sebuah perusahaan bernama 24M sedang mengembangkan baterai baru yang diyakini akan memangkas biaya baterai hingga 85%. Jika dalam waktu beberapa tahun ke depan teknologi tersebut sudah siap, maka harga mobil listrik dipastikan juga lebih kompetitif dengan mobil konvensional.
Para peneliti di Cina berhasil meningkatkan kapasitas penyimpanan baterai lithium ion berelektrolit air dari 50% setelah 100 kali isi ulang menjadi 90% meski diisi ulang 1.000 kali.
Lemari pendingin yang semakin ramah lingkungan kini semakin nyata berkat teknologi magnetokalor yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan.
Ilmuwan perkenalkan baterai organik dari kentang yang sebelumnya telah mendapatkan perlakuan khusus bagi masyarakat miskin di negara berkembang.
Televisi dengan layar (Organic LED) OLED yang lebih hemat energi dengan gambar yang lebih cerah kini bisa dibuat dengan proses yang lebih cepat dan berpotensi menurunkan harga jualnya di pasar.



