Volvo Gantikan Bodi Kendaraan Dengan Baterai Serat Karbon
GREEN LOVER

Volvo Gantikan Bodi Kendaraan Dengan Baterai Serat Karbon

Baterai hingga kini masih menjadi "penghambat" penetrasi mobil listrik ke pasar otomotif. Selain ukurannya yang relatif besar, beratnya pun hampir seperempat dari berat mobilnya. Sebut saja Tesla dengan model S yang beratnya sekitar 2,1 ton. Baterai yang diangkut mobil listrik tersebut seberat 453 kilogram.

Mengatasi masalah tersebut, Volvo menawarkan metode yang lebih menarik dengan riset panjangnya selama kurang lebih tiga setengah tahun untuk mendapatkan material baru yang merupakan material komposit serat karbon.

Material ini sangat unik. Di dalam material yang diklaim Volvo jauh lebih kuat dan ringan jika dibandingkan dengan baja yang digunakan dalam kendaraan bermotor ini, telah disuntikkan baterai nano dan kapasitor super.

Hasilnya adalah material konduktif yang kelak akan menggantikan panel-panel bodi mobil masa depan dan berfungsi sebagai baterai dengan proses isi ulang yang lebih cepat jika dibandingkan baterai saat ini.

Menggunakan mobil buatannya, seri S80 sebagai model mobil listrik, pabrikan otomotif tersebut mengganti penutup bagasi dan rangka penyangga mesin depannya dengan material baru. Hasilnya tidak hanya baterai konvensional 12 Volt bisa dibuang dari mobil itu, yang berarti pengurangan berat kendaraan, secara keseluruhan terjadi peningkatan jarak tempuh dan unjuk kerja mobil tersebut.

Rencananya, Volvo akan menggunakan bodi baterai untuk mengganti seluruh panel bodi mobil produksinya yang saat ini masih mengandalkan lempengan baja tipis. Namun sebelum rencana tersebut bisa diaplikasikan, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan Volvo, antara lain turunnya harga serat karbon jika akan diproduksi massal, serta metode untuk mencegah agar tidak terjadi sengatan listrik ketika panel bodi yang sekaligus baterai tersebut retak atau pecah akibat kecelakaan.
 

ARTIKEL INFORMATIF LAINNYA


ikuti kami


rss feed Facebook Planethijau Twitter Planethijau