P-MOB Tempuh 20 Kilometer Hanya Dengan Panel Surya
RAHMAN BUDI

P-MOB Tempuh 20 Kilometer Hanya Dengan Panel Surya

Salah satu kritik yang sering didengungkan tentang mobil listrik adalah mobil listrik hanya berubah menjadi hijau ketika sedang melaju di jalanan tanpa mengeluarkan emisi karbon. Tetapi tidak demikian halnya ketika mobil listrik mengisi ulang baterainya, maka pembangkit listrik akan lebih banyak melepaskan emisi karbon untuk menyediakan listrik bagi mobil tersebut.

Hal itulah yang mendasari dikembangkannya prototip P-MOB sebagai mobil listrik dengan sumber energi yang sama sekali berasal dari sumber yang bersih.

Semua mobil listrik juga beroperasi dari sumber energi yang bersih, jika fasilitas untuk itu ada dan tersedia, termasuk pembangkit listriknya. Tetapi yang membedakan P-MOB dari mobil listrik lainnya adalah mobil berpenumpang dua orang tersebut mampu mengisi ulang baterainya hingga pada level praktis, dimana mobil tersebut mampu menempuh jarak yang "cukup", hanya dengan panel surya yang terintegrasi di bodinya.

Beratnya tak lebih dari 600 kilogram tanpa baterai, namun efisiensi sistem didapatkan dari regenerative braking serta indeks aerodinamisnya yang sebesar 30% lebih baik dibanding mobil listrik lain dengan dimensi yang sama.

Selain itu, P-MOB menggunakan dua buah motor listrik yang masing-masingnya untuk menggerakkan dua poros roda. Praktis mobil mungil ini bisa disebut 4 wheel drive, dengan kecepatan maksimalnya mencapai 100 kilometer per jam.

Panel surya monokristalin yang dipasang di bodi mobil menerapkan sistem kendali self-adapting. Sistem ini secara otomatis akan mengatur sel surya yang bekerja ketika sebagian panel surya tertutup bayangan atau terjadi kerusakan pada salah satu sel surya, sehingga tetap dapat memasok listrik ke baterai.

P-MOB tidak sepenuhnya bergantung pada sinar matahari. Mobil ini juga bisa diisi ulang dari jaringan listrik yang ada. Bahkan sistem yang ada memungkinkan P-MOB untuk mentransfer listrik dari baterai yang sudah terisi penuh ke jaringan listrik di rumah.

Dalam uji cobanya di trek Fiat di Turin, Italia, P-MOB mampu menempuh jarak 20 kilometer hanya dengan mengandalkan panel suryanya. Konsumsi energi rata-ratanya berkisar 80 Watt-jam per kilometer. Tidak ada informasi tentang kecepatannya saat uji coba.

Proyek P-MOB yang sebenarnya merupakan singkatan dari Integrated Enabling Technologies for Efficient Electrical Personal Mobility melibatkan berbagai ilmuwan dari Siemens, Mazel, IFEVS, Polimodel, Fiat, Magnomatics dan Universitas Sheffield. Komisi Eropa memberikan dukungan dana untuk proyek tersebut.

Meski uji coba berjalan lancar, tetapi belum ada pernyataan soal rencana untuk membawa P-MOB ke pasar.
 

ARTIKEL INFORMATIF LAINNYA


ikuti kami


rss feed Facebook Planethijau Twitter Planethijau