Helikopter Listrik Sikorsky Capai Efisiensi 300% Lebih Tinggi Dibanding Versi Konvensional
GREENLOVER

Helikopter Listrik Sikorsky Capai Efisiensi 300% Lebih Tinggi Dibanding Versi Konvensional

Belum lama berselang, Sikorsky --pembuat helikopter kelas dunia-- mendemonstrasikan helikopter listrik yang dikembangkannya sebagai bagian dari Project Firefly perusahaan tersebut. Pada event AirVenture 2010 yang diadakan di Oshkosh, Wisconsin - Amerika Serikat, prototip yang berbasis helikopter ringan S-300C mampu terbang hanya menggunakan baterai lithium ion kapasitas 135Ah.

Prototip yang dilengkapi dengan kendali motor listrik digital dan display kokpit generasi masa depan, menggerakkan rotor hingga mencapai kecepatan putar 3.200 rpm. Motor 142 kilowatt tersebut awalnya dikembangkan oleh perusahaan U.S Hybrid untuk kendaraan darat, yang kemudian didesain khusus untuk prototip Sikorsky.

Dari hasil uji coba prototip yang dilakukan, efisiensi rotor mencapai 76,3% jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan versi konvensionalnya yang sebesar 25,5%. Sementara itu dari rugi-rugi yang hilang menjadi panas, tercatat hanya sebesar 15% dan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan versi konvensional yang mencapai 73,4%. Secara keseluruhan, efisiensi yang dicapai prototip sebesar 300%.

Meski durasi terbang prototip tersebut hanya selama 15 menit dengan kecepatan maksimal 79 knot --versi konvensional mencapai 3,7 jam dengan 112 liter bahan bakar konvensional-- pihak Sikorsky yakin bahwa prototip tersebut nantinya bisa terbang lebih lama.

Keyakinan tersebut cukup berdasar mengingat hingga saat ini teknologi baterai lithium ion terus berkembang. Terlebih lagi dengan adanya teknologi baterai lithium udara yang tidak menggunakan anoda sehingga lebih ringan dengan densitas energi sembilan kali lebih besar dibanding teknologi baterai lainnya saat ini, meski hingga saat ini baterai tersebut belum bisa diisi ulang.

Jika teknologi baterai sudah mencapai kematangannya, maka tidak menutup kemungkinan transportasi udara, termasuk helikopter dan pesawat terbang, akan menjadi lebih ramah lingkungan.
gizmag